Thursday, November 17, 2011

Ini teknologi, tapi aku selalu menaruh benci pada ekornya.

Paduan hujan, koneksi internet, dan tertawaan. Waktu seperti tak berlalu, tapi nyatanya sudah terlalu jauh meninggalkanmu.

Ini antara aku dan satu. Dengan perubahan, dan sisa-sisa ingatan.

"Bagi kamu, seorang yang kuat itu seperti apa?"
"Seorang yang kuat itu, bukan orang yang tidak menangis. Kamu tahu?"
"Ya, tapi meski begitu. Seorang yang kuat harusnya tiada pernah terhenti oleh tangis."
"Tangis hanya boleh kamu jadikan label beristirahat di pucuk kepalamu. Bukan berhenti. Bukan menyerah."
"Karena segala di dunia ini tidak ada yang memiliki sedih untuk penutup. Yang ada hanya bahagia sebagai akhir. Bila kamu belum bertemu bahagia itu, berarti itu bukan akhir semuanya."
"Dan bila kamu sudah bertemu satu bahagia, temukan bahagia lain di luar sana."

Dan, hal ini terjadi lagi. Kau tahu?

Memori bagaimana kamu menghentikan kerja setiap sel tubuhku masih tercetak jelas di ujung kepalaku. Belum habis terjejak yang lain. Tapi sekarang kamu perjelas lagi. Teballah kembali ingatan itu.



Pernah merasakan hal ini?
Ketika ekor matamu menangkap satu sosok.
Yang dengan melihatnya saja bisa membuatmu tak karuan.
Jantungmu seperti berhenti berdegup.
Setiap sarafmu melemah.
Dan jarum jam berhenti berputar.
Pernahkah?



Ingatan yang ini, maksudku.

Dan, halo. Tidakkah kamu menangkap paling tidak siluet gegerakku? Tidak? Dengan semua lemah pula gemetar batang lenganku ini?

Ah. Ini sudah kamu yang lain. Pula aku yang tidak lagi serupa dengan masa lalu.

Tuesday, November 15, 2011

Remembering this words.

The only thing you have to do is face the thing. Don't step backwards. And you'll find the happiness.

Thursday, November 10, 2011

Sekarang kamu bisa lihat di sini.

Ini yang namanya patah hati?
Benar? Hati?
Dengan begini bahkan setiap sel tubuhku meringis perih.
Setiapnya menangis pedih.
Juga aku, menangis.

Ini masih pagi buta.
Tapi langit tak bangun juga.
Belum ia pasang riasan di wajahnya.
Masih garis-garis gelap yang kutemu di sana.
Tanah basah sisa tangis semalam.
Patah hati jugakahnya?